HCL Activate Concentration Effect On Nanoporied Active Carbon Powder Of Sugarcane Bagasse And Contact Time For Adsorption Of Heavy Metal Lead Pb (II) Pengaruh Konsentrasi Aktivator HCL Pada Serbuk Nanopori Karbon Aktif Ampas Tebu Dan Waktu Kontak Untuk Adsorpsi Logam Berat Timbal Pb( II )

Main Article Content

Narimo
Peni Pujiastuti
Tri Wijayanti

Abstract

This far, bagasse waste has only been used as fuel, in its development can also be used as activated carbon for the adsorption of heavy metals including lead Pb (II). The making nanoporous activated carbon from bagasse are first by drying in the sun, after that crushing it , carbonizing it using a furnace at 300 0C, and activating it with HCL and ultrasonic irradiation using sonication. The results of characteristic testing of nano-porous activated carbon powder showed with irradiation taking place at ultrasonic with an amplitude of 40%, namely an average pore radius of 3.3202 e+01 0A, a surface area of 80.235 m2/ gr and a water content of 0.71%.
The adsorption test results with the sample solution of Pb(NO3)2 concentration 100 ppm with each variation HCL 1 N, 2 N, 3 N, 4 N, 5 N, 6 N and the results were tested by Atomic Absorption Spectrophotometry, indicating that the best concentration of HCL solution was 5 N which was able to reduce sample content of Pb (II) was 99.71%. The same thing was done for testing samples of Pb(NO3)2 solution with each variable activation time of activated carbon 1, 2 , 3 and 4 hours. The test results show that the best activated carbon activation time is 3 hours which can reduce the concentration of Pb (II) samples by 99.68%.


Abstrak
Limbah Ampas tebu selama ini banyak digunakan hanya untuk bahan bakar  penghasil energi panas dalam bentuk uap ( steam boiler ) pada pabrik gula, tetapi pada perkembangan berikutnya ampas tebu juga dapat  dimanfaatkan sebagai karbon aktif untuk adsorpsi logam berat termasuk timbal Pb (II). Tahapan pembuatan karbon aktif nanopori dari ampas tebu dimulai dengan preparasi bahan baku yaitu pengeringan dibawah sinar matahari kemudian bahan di crusher, dikarbonisasi menggunakan furnace pada suhu 300 0C, diaktivasi dengan aktivator HCL dan iradiasi ultrasonik memakai sonikasi. Hasil pengujian karakteristik serbuk karbon aktif nanopori dari ampas tebu menunjukkan pembentukan pori pada karbon aktif dengan iradiasi berlangsung pada gelombang ultrasonik dengan amplitudo 40 % yaitu radius pori rata rata 3.3202 e+01 0A, luas permukaan  80.235 m2/ gram dan kadar air 0,71 %. Untuk hasil pengujian adsorpsi dengan sampel larutan Pb(NO3)2 konsentrasi 100 mg/L ( 100 ppm ) dengan masing masing variasi konsentrasi aktivator larutan HCL yaitu 1 N, 2 N, 3 N, 4 N, 5 N, 6 N dan hasilnya diuji dengan Spektrofotometri Atom Serapan (AAS) menunjukkan bahwa konsentrasi aktivator larutan HCL  terbaik adalah 5 N, mampu menurunkan kadar sampel Pb (II) sebesar 99,71 %. Hal yang sama dilakukan untuk pengujian sampel larutan Pb(NO3)dengan  masing masing variabel lama waktu aktivasi karbon aktif yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu aktivasi karbon aktif terbaik adalah 3 jam mampu menurunkan kadar sampel Pb (II) sebesar 99,68 %.

Article Details

Section
Articles